DIA BUKAN NENEK GAYUNG

Di pagi yang cerah minggu 22 januari 2012 jam 07.00 kakakku datang kerumah dengan wajah geram dan terlihat capek sekali tanpa ku tanya kakakku langsung menceritakan apa yg baru saja dia alami di dalam perjalanan menuju rumahku. ternyata kakaku abis berdebat dengan banyyak orang soal nenek gayung yang tertangkap di pos polisi gerbang perumahan taman kebalen yg berjarak sekitar 1km dari rumahku. kakaku cerita dengan geramnya karena menurut kakaku itu bukan nenek gayung dan kakaku memang tak pernah tahu rumor nenek gayung yang sebenarnya,padahal di media sudah banyak rumor tentang nenek gayung,kakakku hanya melihat dari sisi kemanusiaan saja bahwa orang yg tertangkap di pos polisi itu adalah manusia juga cuma kondisinya berbeda karena kejiwaannya agak terganggu,karena rumor nenek gayung itu akhirnya orang tersebut di sebut nenek gayung masyarakat menemukanya di gang fajar lalu di arak ke pos polisi karena meresahkan masyarakat katanya tidak hanya diarak tetapi ada beberapa warga yang memukulnya pakai helmet dan ada yang menjeguknya ada pula yang hanya berteriak bakar-bakar bikin sial aja tuh orang,melihat seperti itu kakaku yg kebetun melintas di pod polisi lalu ikut melihat keramaian itu dan seketika itu dia terkejut kok manusia jahat sekali gumamnya dalam hati orang segitu rapih dan hanya seorang perempuan kecil tak berdaya mau di bakar salah apa dia,karena menurut kakaku semua itu tidak masuk akal akhirnya dia minta sama pak polisi untuk ikut masuk mendekati nenek yang sedang menangis dengan pandangan mata yang begitu ketakutan karena di luar sana banyak mata memandangnya sinis,benci bahkan seperti ingin menerkam wanita tak berdaya itu, ketika kakaku masuk banyak orang yg berteriak sok jadi pahlawan, mati aja bu, dan ada yg sampai mengancam kalau kakaku menambah kekacauan kata orang2 di luar sana ibu yang saya bakar,spontanitas kakaku menjawab silakan! akut bukan karena dengan sedikit takut kakaku mendekati wanita itu takut wanita itu tersinggung bukan takut rumor nenek gayung yg menurut kabar bila kita berinteraksi dengan nenek gayung tersebut kita akan menemui ajal kita,dengan berbicara selembut mungkin akhirnya kakaku bisa berkomunikasi dengan lancar akhirnya wanita itu menyebutkan namanya,tempat tinggalnya bahkan sampai memeluk erat kakaku sambil berkata jangan tipu saya ya bu,setelah mendapatkan informasi yang dirasa cukup kakaku diskusi dengan polisi dan tanpa berfikir lama kakaku bilang saya yg akan mengantarkannya ke alamat wanita tersebut. Dua jam setelah menyatakan siap mengantar nenek tersebut aku kakakku dan adiku serta 2 keponakanku mengantarkan kealamat nenek tersebut selama 3 jam perjalanan akhirnya kami menemukan alamat nenek tersebut di kampung karang getak desa sukawangi kecamatan sukawangi, awal kami masuk perkampungan ada beberapa warga desa yg sempat di kenal oleh mak uti  karena dia bukan nenek gayung sempat menyatakan dia bukan warga desa tersebut ternyata kami tetap optimis kami melanjutkan perjalanan sekitar 1 km dari tempat warga yg mengaku tak mengenal mak uti tersebut akhirnya kami sampai di sebuah halaman masjid alhidayah ketemu pak serkam lalu kami di antar oleh beliau tak jauh dari masjid ternyata rumah mak uti sedang ramai karena sejak kemaren sore mak uti memang sedang di cari -cari oleh warga yg masih peduli sama beliau dan keluarganya. (udah kelamaan tulisan ini di simpen jadi di posting yg ada dulu ya…tunggu cerita lanjutannya ya…)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s